Ragam Wisata Alam Sumatera Selatan

Sumatera Selatan adalah suatu kawasan dimana didalamnya terdapat banyak sekali obyek wisata yang menawan. Kota Palembang merupakan ibu kota dari provinsi ini, secara greografis Provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi lain yakni Jambi di sebelah utara, Lampung di sebelah selatan, Bangka Belitung di sebelah timur dan Bengkulu di sebelah barat.

Kota Palembang sudah terkenal sejak dulu, dahulu kota tersebut menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya. Selain itu kaya akan sumber daya alamnya seperti gas alam, batu bara, minyak bumi dan masih banyak lainnya. Letak Provinsi Sumatera Selatan berada di bagian selatan Pulau Sumatera dan memliki beberapa tempat wisata unggulan serta termasuk kedalam wisata favorit di Indonesia.

Jika Kamu seorang penghobi jalan-jalan dan sedang berkunjung ke Provinsi Sumatera Selatan, bisa jadi tempat wisata yang sudah kami rangkum di bawah ini bisa menjadi referesi untuk menikmati liburan Anda. Berkiut daftar beberapa tempat wisata di Provinsi Sumatera Selatan yang popular dan sering di kunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

1. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro adalah sebuah delta kecil di Sungai Musi yang jaraknya kurang lebih 6-7 km dari Jembatan Ampera. Keistimewaan pulau ini selalu kering walau dalam keadaan air pasang dan tetap tidak memiliki air. Sehingga pulau yang ramai di kunjungi wisatawan ini nampak seperti terapung di atas Sungai Musi. Ikon Pulau Kemaro ialah adanya Pagoda berlantai 9 yang menjulang tinggi di tengahnya.

Pagoda ini di bangun pada tahun 2006, selain itu terdapat bangunan klenteng bernama Hok Tjiang Rio / Kuan Im  dibangun sejak tahun 1962. Di depan klenteng tersebut terdapat makam Pangeran Tan Bun An dan Putri Fatimah yang berdampingan. Kisah cinta kedua insan itulah yang menjadi legenda terbentuknya Pulau Kemaro.

2. Jembatan Ampera

Dulunya Jembatan Ampera bernama Jembatan Bung Karno, pemberian nama Bung Karno merupakan sebuah bentuk penghargaan. Kemudian pada tahun 1966 terjadi penggantian nama menjadi Jembatan Ampera di saat pergolakan politik di Indonesia. Jembatan Ampera berada di tengah pusat kota yang menghubungkan daerah seberang Ulu dan seberang IIir.

Di kawasannya terkenal akan kuliner khas Palembang yang sangat popular dan Jembatan Ampera menjadi semacam Ikon atau lambang kota. Pada awalnya begian tengah badan Jembatan Ampera bisa dikontrol naik turun,  mengingat pada masa itu Sungai Musi merupakan jalur utama perdagangan melalui jalur laut. Seiring berkebangannya kota Palembang, naik turun jembatan kini sudah tidak dioperasikan lagi.

Keindahan akan terlihat mempesona di saat waktu malam hari, jembatan ini akan di hiasi lampu-lampu berwarna-warni yang sangat terang dan memancar ke segala arah. Di atas jembatan pengujung dapat melihat rumah apung atau rumah sakit yang menjadi rumah khasnya Kota Palembang. Lebih asiknya lagi jika Kamu datang di saat di adakannya festival air di Sungai Musi yaitu lomba perahu, lomba menyeberang sungai dan kontes menghias perahu.

3. Air Terjun Bidadari

Air Terjun Bidadari atau Air Terjun Ayek Asam menurut warga setempat, yang bermuara ke Sungai Lematang ini berketinggian sekitar 30 meter dan lebar 10-15 meter. Air terjun ini  merupakan salah satu yang terunik, memiliki tujuh puncak dengan tiga kolam pemandian. Bagi pengunjung, warga sekitar menerapkan aturan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Lokasinya berada di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupatnen Lahat, Sumatera Selatan. Anda dapat menempuhnya dengan kendaraan bermotor selama 15 menit dari Kota Lahat jaraknya sekitar 16 km. Setelah sampai di Desa Karang Dalam, perjalanan berlanjut dengan cara berjalan kaki melewati kebun kopi, kemudian menembus hutan.

4. Air Terjun Curup Maung

Berlibur ke Air Terjun Curup Maung merupakan salah satu tempat wisata di Kota Palembang yang sudah terkenal. Sabtu dan minggu adalah hari favorit untuk menikmati keindahan hempasan Curup Maung serta berenang, berfoto atau bersantai bersama keluarga. Askses jalanan menuju ke Air Terjun Curup Maung bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju ke Kecamatan Gumay Ulu selama 1 jam perjalanan. Kemudian setelah sampai di Desa Padang Muaro Duo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat parkirlah kendaraan Anda di tempat yang sudah di sediakan. Setelah itu perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki kira-kira 1 jam melewati jalan setapak, hutan dan kebun kopi.

5. Air Terjun Lematang Indah

Ketinggiannya sekitar 70 meter dan merupakan salah satu tempat wisata alam yang menjadi andalan Kota Pagar Alam. Letaknya yang tepat di pinggir jalan menuju Kota Pagar Alam pada tikungan paling tajam dan menanjak membuatnya mudah di akses tentunya banyak wisatawan yang mampir disini. Percikan air terjun membuat suasana sejuk di tambah paronama alam di sekelilingnya yang masih terjaga.

Jalan menuju dasar air terjun sudah tersedia tangga dimana jalan untuk mencapainya. Dari Kota Pagar Alam berjarak 10 km, dengan jalanan beraspal yang cukup baik tetapi banyak tikungan dan berliku-liku. Keberadaan Air Terjun Lematang Indah berlokasi di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam,  Palembang. Adapun tiket masuknya sebesar Rp 1.000 / orang merupakan tarif yang sangat murah.

6. Arung Jeram Sungai Manna

Sungai Manna memiliki keindahan alam yang tidak perlu di ragukan lagi, sehingga banyak para pengunjung menghabiskan waktu untuk berolahraga dan memacu adrenalinnya. Tempatnya berada di Kecamatan Tanjungsakti, Bukit Barisan, karena lokasi ini merupakan titik terdekat untuk turun ke sungai. Dari sini keadaan sungai cukup lebar dan arusnya cukup menantang bagi mereka penghobi arung jeram.

Sungai ini mempunyai tingkat kesulitan berfariasi, keadaan sungai cukup lebar di bagian awal sampai  15 km berikutnya sungai akan menyempit dan arusnya deras bergemuruh. Jalur arung jeram sangat menantang berupa patahan ( hole ) dengan dinding batuan padas di pinggirannya. Dan pada ujungnya membentuk cekungan dan arus memutar, Sungai Manna berkategori kesulitan maksimal grade-IV.

Lokasi start awal Arung Jeram Sungai Manna bertempat di wilayah Kecamatan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, sekitar 40 km dari Kota Pagaralam.

7. Kawah Tengkurep

Jangan salah dengan nama tempat wisata yang satu ini, dilihat dari namanya bukan semacam tempat wisata seperti danau atau yang lainnya. Tetapi Kawah Tengkurep merupakan sebuah kompleks pemakaman yang menjadi salah satu obyek wisata. Jangan terkecoh wisatawan yang datang tidak cuma orang dewasa saja, anak-anak sekolah bahkan mahasiswa pun sering datang ke pemakaman ini.

Selain berziarah, pengunjung yang datang sengaja untuk mencari tahu tentang sejarah kesultanan Kota Palembang. Pemberian nama nan unik ini bermula dari bentuk atap bangunan makam yang berbentuk cungkup ( kubah) atau seperti wajan teralik berwarna hijau. Selain itu nama lainnya adalah kawasan kompleks Makam Lemahbang.

Lokasinya berada di daerah Lemahbang, Kota Palembang. Tepatnya berada di Kelurahan 3 llir, Kecamatan llir Timur ll, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

8. Taman Kambang Iwak

Konon Taman Kambang Iwak merupakan salah satu jejak peninggalan Kompeni Belanda yang bertempat di Kota Palembang. Tempat ini sangat favorit bagi warga Kota Palembang sebagai jogging track dengan mengelilingi kolam sepanjang 815 meter. Tidak cuma itu, di bagian KIF park juga menyediakan fasilitas permainan outbound dan flying fox bagi anak-anak maupun Anda yang menginginkannya.

Saat weekend, banyak anak-anak muda menjadikan Taman Kambang Iwak sebagai tempat nongkrong berbagai club. Di sekitar kawasannya juga tersedia hotspot gratis, bagi Kalian pecinta internet bisa menggunakannya. Lokasinya yang strategis dan asri serta banyak café di dekatnya membuat tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi pengunjung.

9. Danau Ranau

Luas Danau Ranau 125,9 km persegi yang merupakan danau terbesar ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini terbentuk dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung api yang membuat cekungan besar. Letaknya berada di perbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Danau yang terkenal dengan nelayan untuk mencari ikan. Di tengah danau terdapat pulau yang bernama Pulau Marisa. Di pulau tersebut terdapat sumber air panas, air terjun beserta penginapan yang sering di kunjungi wisatawan lokal maupun non lokal.  Tercatat ada tiga tempat tujuan utama bagi para wisatawan yang berada dikawasan Danau Ranau yakni Wisma PT Pusri ( Sumsel ), Pantai Sinangkalan ( Sumsel ), Wisata Lombok (Lampung).

10. Kebun Binatang Sriwijaya

Kebun Binatang Sriwijaya ialah tempat wisata yang seru bersama keluarga, sebab lokasinya tidak terlalu jauh dari kota. Dengan luas 10 ha cukuplah sederhana, dikawasannya menyimpan berbagai jenis ikan di dalam aquarium dan sekitar 50 satwa dari bermacam jenis. Menariknya ada tiga ekor gajah yang bisa Anda naiki dengan tarif Rp 2.000 untuk sekali putar di areal kebun binatang.

Tempat wisata ini dari Kota Palembang terletak 55 km kearah barat, lokasinya di tepi jalan lintas Sumatera –Palembang-Prabumulih, Sumatera Selatan.

11. Taman Bukit Siguntang

Bukit Siguntang ialah bukit paling tinggi di dataran Palembang dan di anggap sebagai tempat penting sejak masa Kerajaan Sriwijaya. Karena Bukit Siguntang merupakan tempat sakral yang menyimpan cerita beserta kisah dari Kerajaan Sriwijaya. Jalan setapak menuju bukit di tumbuhi pohon-pohon yang rindang, sejarahnya ditemukannya beberapa temuan purbakala peninggalan Kerajaan Sriwijaya di lingkungan sekitar.

Di puncaknya juga terdapat beberapa makam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk Palembang. Kini Taman Bukit Siguntang menjadi Taman Purbakala untuk menjaga artefak-artefak yang masih belum terungkap. Tempat wisata tersebut terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan llir Barat l, Palembang.

12. Gunung Dempo

Ketinggian Gunung Dempo adalah 3.159 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan dan masih dalam kategori gunung berapi aktif. Gunung satu satunya yang menjadi tempat wisata di Provinsi Suatera Selatan, para pendaki harus melewati hutan sengan dengan medan jalan setapak. Di kawasan hutan terdapat sungai kecil dengan airnya yang jernih, kalian dapat memanfaatkan air ini sebagai air minum selama perjalanan.

Di puncak tertentu, pendaki dapat menyaksikan hamparan kebun teh nan hijau bah karpet alam yang menajubkan. Selain itupun pemandangan Kota Pagar Alam, paronama tersebut akan tampak lebih indah jika di nikmati pada malam hari. Gemerlap lampu penduduk berwarna-warni akan menghiasi di setiap jengkal Kota Pagar Alam dan merupakan moment romantis.

Gunung Dempo terletak di Kota Pagalaram, jarak tempuh darat sekitar 7 jam dari Kota Palembang tepatnya berada di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

13. Hutan Wisata Punti Kayu

Aneh tapi nyata keberadaannya, Hutan Wisata Punti  yang memiliki luas lahan sekitar 40 ha ini berlokasi di tengah-tengah Kota Palembang. Di awal pencanangannya sebagai hutan wisata, Hutan Wisata Punti Kayu memegang teguh fungsinya sebagai tempat konservasi, wisata, rekreasi, penelitian, pendidikan, hingga tempat penunjang kegiatan budaya.

Hutan ini merupakan tempat untuk menyegarkan semangat pada akhir pekan. Kawasannya dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, para wisatawan bisa menaiki gajah, mandi di koam renang, melihat kebun binatang mini, museum fauna, maupun sekedar duduk bersantai di bawah pohon pinus. Pada hari libur sering kali di adakan acara hiburan dimana dimeriahkan oleh artis lokal ataupun luar kota.

14. Goa Putri

Lokasi Goa Putri berada di Desa Padang Binu, Kecamatan Semindang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan. Kedalamannya diperkirakan mencapai 155 meter, ketinggian 20 meter dan lebarnya 25-30 meter. Di dalam Goa Putri terdapat keindahan yang sulit di lukiskan serta memiliki sejarah yang amat disayangkan untuk di lewatkan.

Menurut cerita masyarakat setempat, di dalam goa ada aliran Sungai Sumuhun dan dengan berlantarkan apabila seseorang mandi atau mencuci muka di aliran air tersebut semua keinginannya dapat terwujud. Di dalam goa kita akan dimanjakan dengan pemandangan indahnya stalaktit dan stalagmite yang di sinari beberapa lampu warna-warni.

Bila diamati bentuk dari batu stalaktit dan stalagmite ini ada yang berbentuk harimau, manusia, dan lain-lain.  Seorang Guide bisa menjelaskan dan memberitahu sejarah yang ada di seluruh Goa Putri ini. Para wisatapun juga di beri kebebasan mengambil gambar sepuasnya. Uniknya, wisatawan tidak akan masuk dan keluar pada jalan yang sama.

15. Candi Bumi Ayu

Salah satu peninggalan agama Hindu yakni Candi Bumi Ayu yang berlokasi di pesisir Sungai Lematang, tepatnya berada di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang llir, Sumatera Selatan. Candi Bumi Ayu merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan yang sampai saat ini tidak kurang 9 buah candi yang telah ditemukan.

Kemudian 4 diantaranya telah dipugar, yakni Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha pelestariannya sudah dimulai sejak tahun 1990 hingga sekarang. Secara keseluruhan kompleks percandian Bumiayu mencakup lahan seluas 75,56 ha yang batas luarnya berupa 7 buah sungai parit, sebagian diantaranya mengalami pendangkalan.

16. Pantai Tanjung Setia

Potensi Pantai Tanjung Setia memiliki ombak terbaik di dunia, ombaknya yang besar dan bagus menjadikannya tempat yang cocok untuk berselancar. Kesempurnaan ombaknya mencapai 6-7 meter dan sejauh 200 meter yang menjadi tujuan para selancar dari penjuru dunia. Selain terkenal akan ombaknya, pantai ini juga memiliki lingkungan alam, makanan khas laut dan pesona sunset yang indah.

Pantai Tanjung Setia membentang di sepanjang Pantai Barat, Lampung, berada di dekat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dari Bandar Lampung sekitar 274 km atau dengan waktu tempuh selama 7-8 jam. Lokasinya di Desa Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat, Sumatera Selatan, Indonesia.

17. Benteng Kuto Besak

Satu lagi obyek wisata terkenal di Kota Palembang yakni Benteng Kuto Besak. Sejarah singkatnya, benteng Kuto Besak merupakan bangunan peninggalan sejarah pada Kesultanan Palembang Darussalam. Pembangunannya selama 17 tahun dimulai pada abad ke-17 M, dengan pemprakasanya Sultan Mahmud Bahauddin l (1724-1758) serta pembangunannya dilaksanakan oleh putranya yakni Sultan Muhammad Baharudin.

Kebanyakan para wisatawan yang datang akan ramai di waktu sore hari, sebab pada waktu itu menyaksikan sang surya terbenam tampak cantik di kawasan ini. ketika suasana mulai redup, orang-orang memilih untuk duduk santai di tepi sungai sembari menikmati aneka lampu taman, gedung, beserta Jembatan Ampera.

18. The Amanzi Water Park

The Amanzi Water Park adalah tempat wisata bahari terbesar di Kota Palembang, letaknya berada di Jl. Alang-alang Lebar Talang Kelapa, Kompleks Perumahan Citra Grand City, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Wisata ini di bangun di atas tanah seluas 3,5 ha, yang mengusung konsep petualangan alam liar hutan afrika, jadi pengunjung akan melihat berbagai arsitektur benda-benda yang ada di dalam hutan.

Di kawasannya menyajikan 7 wahana yang seru yaitu; Kolam Arus River Nile, Kilimanjaro Tower, The Cyclone, The Velocity, The Raft, The Falls, dan Zimba & Cora ( Match Pool & Family Pool ). Selain dapat membayar dengan cash, di tempat wisata ini juga diterapkan system pembayaran Smart Card berbentuk gelang. The Amanzi Water Park buka setiap hari dari pukul 10.00-18.00 WIB.

19. Rumah Limas

Rumah Limas ialah rumah tradisional Provinsi Sumatera Selatan, dalam segi arsistekturnya berbentuk panggung berbahan kayu. Pemberian nama limas di sebabkan atapnya berbentuk limas, bangunan ini bertingkat-tingkat serta mempunyai filosofi budaya tersendiri di setiap tingkatannya. Biasanya Rumah Limas sangat luas dan kerap kali di pergunakan untuk acara hajatan maupun acara adat.

Kayu yang di gunakan tidak sembarang kayu, melainkan kayu unglen yang kuat dan tahan air yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu Rumah Limas yang ada di Kota Palembang adalah milik keluarga Bayumi Wahab pemilik Institut Bahasa Asing ( IBA ).

20. Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang mempunyai nama lain Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I yang merupakan masjid terbesar di Kota Palembang. Masjid ini dulunya di pengaruhi 3 arsitektur yaitu Indonesia, China dan Eropa. Arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk, arsitektur china dilihat dari atap Masjid utama, arsitektur Indonesia berada di keseluruhan bangunan selain yang tersebut di atas.

Usut punya usut, dulunya Masjid ini adalah Masjid terbesar di Indonesia selama bertahun-tahun. Keadaan Masjid yang sekarang merupakan hasil renovasi pada tahun 2000-2003. Masjid Agung Palembang didirikan pada abad ke-1 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikrama. Masjid ini telah menjadi Masjid Regional di kawasan ASEAN, letaknya di kawasan 19 llir.

21. Masjid Cheng Hoo Palembang

Masjid Cheng Hoo Palembang mempunyai keunikan tersendiri yaitu Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berada di Jakabaring Palembang. Nama lengkapnya adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya, yang pembangunannya didominasi dengan warna merah dan hijau. Serta diprakarsai oleh para sesepuh, penasehat, dan pengurus PITI ( Persatuan Islam Tionghoa Indonesia ).

Masjid ini terdiri dari 2 lantai dengan daya tampung sebanyak 600
 jamaah, lantai pertama digunakan oleh jamaah laki-laki. Lantai kedua dikhususkan untuk jamaah perempuan.

22. Museum Negeri Balaputra Dewa

Museum Negeri Balaputra Dewa bisa juga disebut dengan nama Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan, dibangun pada tahun 1978 kemudian diresmikan pada 5 November 1984. Museum ini dibangun berarsitekturkan tradisional Palembang pada tanah seluas 23,565 meter persegi. Didalamnya menyimpan sebanyak 3.800 koleksi.

Koleksi tersebut terdiri dari berbagai macam jenis yang diklasifikasikan menjadi 10 jenis yakni replica prasasti arca kuno dari Bukit Siguntang, geologika, biologika, barang-barang tradisional Palembang, ofset binatang dari penjuru Provinsi Sumatera Selatan dan beberapa miniature rumah di pedalaman. Alamatnya berada di Jl. Sriwijaya l No. 288 km. 5,5, Sukaramai, Palembang 30139.

23. Museum Sultan Mahmud Badarudin II

Lokasi Museum Sultan Mahmud Badarudin II tidak jauh dari tempat wisata Benteng Kuto Besak.  Museum ini adalah sebuah bangunan tua yang memiliki 2 lantai dan dibangun oleh Belanda, tercatat terdapat 669 buah benda bersejarah yang tersimpan rapi didalamnya. Semua koleksi tersebut meliputi biologi, arkeologika, etnografika, keramologika, senirupa dan numismatika.

Dari sekian banyaknya koleksi, ada satu hal yang sangat menarik yaitu peninggalan alat tukar perdagangan di masa Kesultanan Palembang berupa koin. Koin-koin ini bertuliskan Sultan Fi Balad Palembang dan kebanyakan koinnya memiliki lubang pada bagian tengahnya. Koin tersebut sudah ada sejak tahun 1023 H – 1253 H, yang terbuat dari timah dan perunggu.

24. Kampung Arab Al Munawar

Di Kampung Arab Al Munawwar yang letaknya di kawasan 13 Ulu terdapat kurang lebihnya 8 rumah yang usianya di perkirakan lebih dari satu abad. Salah satunya yakni rumah Habib Abdurrahman Al Munawwar yang merupakan pemukim orang Arab pertama di Kampung 13 Ulu. Keawetan rumah di kawasan ini karena berbahan kayu unglen yang merupakan jenis kayu kuat dan tahan air.

Sebagian rumah masih tetap berbentuk panggung berarsitektur limas serta sebagian lagi telah mendapat sentuhan bagunan dari Timur Tengah dan Eropa. Engsel jendela beraksesori antic dan anggun berbahan kuningan yang menyerupai burung elang ketika jendela dalam posisi tertutup. Bahkan sebagian rumah sudah menggunakan batu marmer di lantainya, usut punya usut batu marmer ini di datangkan dari Italia.

25. Kampung Kapitan

Kampung Kapitan sebenarnya adalah sebuah restoran yang di buka dari jam 5 sore sampai 11 malam, karena suasana yang ditonjolkan ialah nuansa romantis tepian Sungai Musi beserta lighting Jembatan Ampera. Reatoran ini menyediakan menu masakan laut mulai dari olahan gurame, kakap, kerapu, nila, udang, cumi dsb yang kesemuanya bisa dibilang standar Seafood Restaurant.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan suasana berbeda, saya sarankan untuk tidak menuju ke Kampung Kapitan dengan jalur Darat. Cobalah dengan naik perahu klotok yang sudah di sediakan oleh pihak restoran. Letak dermaganya berada di depan kantor POLPP lama, sebelah Barat Daya Benteng.

26. Pusat Kerajinan Songket

Ketika Anda sedang berada di Kota Palembang, sempatkanlah untuk berkunjung ke sentra kerajinan songket Tanggo Buntung. Dikawasan ini banyak sekali ditemukan hasil kerajinan songket khas Palembang dengan nilai seni serta kualitas yang tinggi. Sebagian besar para pengrajinnya masih memiliki hubungan keluarga dimana ilmu menenun songket diturunkan secara turun temurun.

Saat ini tercatat ada 71 motif kain songket Palembang, dari sejumlah tersebut ada 22 motif yang sudah dipatenkan. Keindahan kain songket Palembang telah terkenal hingga ke mancanegara, dan disaat diadakannya event Internasional di Kota Palembang, kawasan ini akan semakin ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Sentra Kerajinan Songket Tanggo Buntung terletak di Jl. Ki Rangga Wirasentika dan Jl. Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

27. Makam Ki Gede Ing Suro

Makam Ki Gede Ing Suro di Kota Palembang kini menjadi warisan dunia, beberapa penelitian dari Amerika, Australia dan Negara lainnya melibatkan pendiri kerajaan Islam Palembang tersebut. ki Gede Ing Suro ialah putra Ki Gede Ing Lautan, salah satu dari 24 bangsawan dari Demak yang datang ke Palembang, setelah terjadi kekacauan di kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa.

Makam ini berlokasi di Jalan Ratu Sianum Lorong H Umar, Rt 19, Kelurahan 1 Ilir, Kecamaan IT II Palembang. Makam Ki Gede Ing Suro berada di atas candi yang berdiri sekitar abad ke-16 M, terdapat 34 makam di dalam kompleks candi yang kesemuanya merupakan pengikut Ki Gede Ing Suro. Termasuk salah satu anak Kaisar Ming Tampualam dari Kerajaan Cina yang berhasil di Islamkan oleh Ki Gede Ing Suro dan di beri nama Abdullah.

28. Rumah Mak Bani Montok

Mungkin sudah tak asing lagi bila mendengar tempat wisata yang satu ini yaitu Rumah Mak Bani Montok. Rumah ini adalah warisan budaya yang sampai sekarang masih di jaga dan dilindungi, disini pengunjung akan merasakan ketenangan dan kenyamanan tersendiri. Pengunjung diperbolehkan berfoto-foto, namun perlu disadari tempat ini masih sakral. Diharapkan Anda tidak menyentuh apapun yang berada didalamnya dan turut ikut menjaga kesakralannya.

Berada disini selama 1 jam mungkin belum cukup puas, maka banyak wisatawan dari penduduk lokal yang datang kesini. Bahkan wisata luar daerah dan wisatawan mancanegara pun penasaran akan keunikan warisan budaya yang berada di dalam Rumah Mak Bani Montok ini.